Showing posts with label pena sastra. Show all posts
Showing posts with label pena sastra. Show all posts

Sunday, March 20, 2011

meranduk sengsara.

dan demi cinta kita yang tak pernah sempurna,
dan demi kasih ku yang tak mahu sirna,
dan demi sengsara yang tak kenal putus asa,
dan demi segala rasa yang selama ini aku luah,

aku pinta,

semoga kau di sana menengadah hati,
seperti aku disini,
yang sedang terleka meminta pada Ilahi,

agar semuanya berakhir di sini.

kerana sayang,
walau bukan ini yang aku inginkan,

hati ini,
sudah lelah meranduk sengsara yang panjang,
dan menyeksakan.

Wednesday, February 16, 2011

air.

dan dari pecahnya kaca harapan,
mengalirlah limpahan air kekecewaan,
lewat mata yang tergambar kesedihan.

Friday, February 4, 2011

erotika.

aku henjut puisi,
di atas ranjang komersialisma-- semata,

dan kelajuannya,
ku tambah-tambah,

kerana nikmatnya,
sungguh tak terkira-- inzal.

hanya setelah lelah bertamu,
baru aku memilih untuk berhenti.

cuma setelah itu,
aku tersedar akan sesuatu.

-- rupanya selama ini benihku,
membesar jadi sampah terbiar.

Tuesday, February 1, 2011

bah.

bah,
adalah manifestasi cinta,
dari Tuhan buat hamba-Nya,

dan sebagaimana sifat cinta,
tak semua dapat menerima.

Thursday, December 30, 2010

Tanah Tumpahnya Darahku!

Moga-moga,
dari kemenangan yang ini,
akan kita cetak kejayaan yang lebih bererti,
buat ibu pertiwi!

dan akan kami tegar berdiri,
dibelakang kalian para pejuang,
memegang panji perjuangan,
menyanyikan semboyan sokongan,
tak kira kalah atau menang!

Monday, December 13, 2010

menyatakan cinta

andai sungguh kau bernafsu,
pada cinta yang mengulit hatimu,

maka tebarkan pandangan mu melata,
lantas akan kau sedar,
cinta Tuhan,
sedang berkembang mekar,

maka ini pesanku,
andai sungguh kau bernafsu,
pada cinta yang mengulit hatimu,
nyatakan dulu ia pada Tuhanmu,
baru kau bicara tentang kekasih duniamu.

cinta melulu

dia jual jiwanya,
pada neraka cinta,
yang apinya adalah nafsu,
yang dihembusbakar,
oleh syaitan yang rentung.

Sunday, December 5, 2010

sabar ya, teman.

sabar itu teman,
bak nyawa kita,
maka genggam dan jagalah ia,

sebarkan juga ia pada hati, pada jiwa, dan pada rasa,

kerna sabar itu teman,
adalah senjata paling ampuh,
hingga bisa membuat rintangan yang sukar,
menjadi rapuh, lalu luluh.

Monday, November 29, 2010

berguru kepalang ajar.

tenang-tenang si rambut putih,
ditenungnya awan sedang berarak,
kita ini baru bertatih,
maka jangan sekali kita berlagak,

racau-racau si rambut hitam,
suara serak kadang tenggelam,
kalau ilmu sekadar titis di lautan,
malu bertanya, sekali jangan.

p.s- inspirasi entri ini, dari sini. (:

Sunday, November 7, 2010

kuatkanlah

maka,
kuatkan lah jiwamu,
teguhkanlah hatimu,

pasak teguh tiang keyakinanmu,

agar memori yang kau bina,
bersama temanmu yang telah tiada,
tak menjadi sia sia.



p.s- untuk teman PPP, erma alyssa. kuatkanlah! maaf ini cuma picisan.

Monday, October 25, 2010

bidadari kelam

dia sang bidadari,
cantiknya, aduh tidak terperi,

jika ingin dibanding dengan bidadari serata negeri,
nescaya malu mereka takkan habis ditagih,

dia sang bidadari,
lahirnya bersalut emas putih,
diberi susu berkualiti tinggi,

dia sang bidadari,
duduk hanya di istana reti,
tak pernah sekali berani pergi,
takut takut jiwanya mati,

dia sang bidadari,
pabila dara mula menyingsing,
diratah oleh para dewa strata tertinggi,
demi nafsunya mereka, yang kononnya suci.


p.s- bukan pasal perempuan jalang.

Friday, October 22, 2010

PuisiPantasPendek SudahSedikit "POP!"

usianya, entahlah,
tak pernah terdetik untuk aku kira,

yang aku tahu,
cuma satu,
laman ini untuk kita,
melampiaskan bakat yang serba ada,
kurnia tuhan yang maha mulia,

dan alhamdulillah,
walau tak ku tahu apa caranya,
atau siapa punya kerja,

namun tetap aku gembira,
kerna laman ini sudah hinggap di REMAJA!

dan aku panjatkan doa pada yang maha kuasa,
agar biarlah,
jejak laman ini akan bertahan sampai bila bila!

dan sinarnya,
takkan sirna walau apa dugaan dariNya.

amiin...


p.s- baca entri gua di expresisastra. ada kejutan untuk para penulis puisipantaspendek!!

tangiskanlah!

tangiskan,
tangiskanlah perjuangan yang kita abaikan,

tangiskan,
tangiskanlah jiwa jiwa yang kita matikan,

tangiskan,
tangiskanlah segala yang kita lakukan,
semata demi cinta kita pada wang,
semata demi kasih kita pada kuasa,
semata demi sayang kita pada fana dunia,

tangiskanlah!

Wednesday, October 20, 2010

iman

jangan berbangga dengan iman yang kita punya,
kerna di mata tuhan,
kita semua sama.

Wednesday, October 13, 2010

lari ke bulan.

kita tetapkan matlamat,

kita satukan suara,

kita padukan hati dan jiwa,

kita angkakan rintangan,

dan....

setelah habis berangan,

ayuh, kita lari ke bulan!

Tuesday, October 12, 2010

dua juta tahun,

dua juta tahun lagi,
dan suku manusia di bumi,
akan mati,

lalu,
bangunlah,
segala kambing segala biri,
segala anjing segala babi,
membina tamadun baru.

suku manusia terhapus,
bukan kerna kiamat yang tuhan utus,

namun kerna,
cinta yang tuhan beri,
ditarik dan diangkat kembali ke langit.

Friday, October 1, 2010

its my dreams..

in my dreams,
i saw her cryin'

its my dreams,
yet i'm capable of nothin'

in my dreams,
no matter how hard i try,
the outcome for me,
is nothing but one,
a useless brat,

its my dreams,
and still,
i saw her tear,
keep on runnin'.

Thursday, September 23, 2010

sebelum enam bulan dulu.

sebelum,
enam bulan dulu,
kita bergelak ketawa,
kita balik bersama,

sebelum,
enam bulan dulu,
kita digosip bersama,
kita dicap kekasih mesra,
ah, persetan, kita kekal selamba!

sebelum,
enam bulan dulu,
kita masih kawan,
segala cerita kita kongsikan,
tiada rahsia walaupun sekecil kuman,

sebelum,
enam bulan dulu,
gara gara silapnya aku,
kita tak bertegur sapa,
habis sudah gelak ketawa,
tiada sudah teman tapi mesra,

dan,
sekeliling bertanya,
apa sudah jadi dengan kita?

aku hanya mampu senyum,

dan melayan,
berdarahnya hati,
sengsaranya jiwa,

ah,
andai mampu kupusing masa,
akan kuubah fakta,

biar derita ini sirna,
dan kita masih kawan.
selama lamanya.


p/s dapat jugak ditemui puisi ni dekat blog aku, paragonrasa.

Sunday, September 5, 2010

kita lwn setan

saat ramadan dipanggil pulang,

terlepaslah, belenggu sang setan,
menjerit mereka kegirangan,
kerna operasi merosak iman,
yang tergendala sebulan,
akan kembali diteruskan,

'manusia, siagalah!
kami setan, siap mendobrakhancurkan iman kalian!'

dan kini satu pertanyaan membahang,
siapkah kita menentang?



Friday, September 3, 2010

sifatnya puisi

puisi itu sayang,
sifatnya peribadi,

kerana itu,

tatkala kau baca ia,
hasilnya cuma dua,

kau garu kepala,
atau senyum sendiri.